Ana səhifə

Bab 4 usulan strategi sitem informasi dan teknologi informasi 1 Update Strategic Goals and Initiative 1 Strategic Plan


Yüklə 0.6 Mb.
səhifə1/6
tarix27.06.2016
ölçüsü0.6 Mb.
  1   2   3   4   5   6


BAB 4

USULAN STRATEGI SITEM INFORMASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI
4.1 Update Strategic Goals and Initiative

4.1.1 Strategic Plan

Perencanaan strategi merupakan akar utama agar perusahaan dapat bertahan terhadap saingan dan perubahan zaman saat ini. Oleh karena itu hal ini menjadi sangat penting karena akan menetukan arah perusahaan. Berikut strategi bisnis perusahaan yang dapat disarankan:



4.1.1.1 Visi dan Misi Perusahaan

Berikut ini kami akan mengusulkan visi dan misi perusahaan tambahan untuk meningkatkan kinerja internal perusahaan dan menambah daya tarik bagi pihak eksternal.



Visi:

“Menjadi pemimpin dalam industri sepatu di Indonesia”



Visi perusahaan saat ini dirasa sudah sesuai untuk menghadapi persaingan perusahaan untuk tiga tahun kedepan, sehingga tidak diperlukan perubahan terhadap visi perusahaan.
Misi:

  1. Mempunyai proses produksi yang paling efisien.

  2. Menghasilkan produk berkualitas tinggi untuk memenuhi kepuasan pelanggan.

  3. Menjadi mitra usaha terpecaya dalam menghadapi tantangan saat ini dan masa depan.

  4. Mempunyai sepatu merek sendiri yang menjadi nomor satu di pasar dalam negeri

Misi perusahaan yang telah ada dirasakan sudah cukup baik, namun untuk dapat menghadapi persaingan di masa mendatang diusulkan misi yaitu:

  1. Mempunyai proses penjualan online yang memudahkan Customer dalam membeli produk.

  2. Membuka pangsa pasar baru di luar negeri.

Kami menambahkan usulan misi PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk untuk memiliki penjualan online di karenakan dengan kemajuan teknologi saat ini hal ini akan menjadi nilai tambah jika memiliki website atau aplikasi sendiri untuk penjualan sepatu yang peminatnya dari banyak wilayah yang kemudian diharapkan untuk menambah pemasaran dan keuntungan perusahaan. Dan untuk usulan dalam membuka pangsa pasar baru di luar negeri, untuk membantu perkembangan pendistribusian sepatu TOMKIN’S keluar negeri.
4.1.1.2 Usulan Strategi Bisnis Perusahaan Untuk 3 tahun kedepan

  1. Strategi Tahun Pertama:

    • Menganalisa dan mengidentifikasi proses bisnis yang ada.

    • Memperbaiki proses bisnis yang ada.

    • Menambah divisi IT pada perusahaan untuk me-maintain sistem perusahaan.

    • Membangun sistem e-commerce pada proses bisnis penjualan agar pelanggan dapat bertransaksi secara online dan memperluas jangkauan penjualan perusahaan.

    • Menambahkan server untuk mendukung sistem informasi baru, dan sebagai back up data perusahaan.




  1. Strategi Tahun Kedua:

  • Bekerja sama dengan independent Store dan membuka Counter di luar Pulau Jawa.

  • Memberikan training kepada karyawan, agar dapat meningkatkan kemampuannya pada tiap divisi.

  • Membangun sistem informasi baru berbasis website “Primarindo Integrated System” yang terintegrasi pada setiap divisi, sistem penjualan baru dengan e-commerce dan mendukung SCM.

  • Meningkatkan keamanan sistem informasi perusahaan dengan nambahkan firewall.

  • Menambahkan 1 unit PC pada Bagian Gudang.



  1. Strategi Tahun Ketiga:

  • Redesign tampilan website tomkinshoes.co.id menjadi lebih terintegrasi dan menambah fungsi-fungsi yang dibutuhkan.

  • Membangun e-SCM untuk mengupgrade sistem SCM lama.

  • Mengganti sistem lama yang melakukan input persediaan bahan baku secara manual, dengan sistem baru dengan memanfaatkan RFID Tag & RFID Reader.

  • Membuka cabang dan outlet baru di luar negeri agar TOMKINS dapat mulai di eksport dan lebih dikenal masyarakat luar dan untuk meningkatkan penjualan perusahaan dan agar misi dari perusahaan dapat terwujud.


4.1.1.3 SWOT Analysis


Internal Proses

Eksternal Proses



Strength (S)

  1. Selalu memproduksi produk-produk yang inovatif

  2. Memiliki sumber daya yang cukup

  3. Memiliki pabrik untuk memproduksi sepatu sendiri, sehingga produk yang dihasilkan berkualitas

  4. Harga produk yang terjangkau

  5. Struktur organisasi tersusun dengan baik

  6. Kemudahan mendapatkan bahan baku

  7. Memiliki tenaga kerja ahli yang berpengalaman




Weakness (W)

  1. Tidak adanya layanan penjualan via website, sehingga pelanggan yang ingin membeli produk harus mendatangi store

  2. Independent Store yang masih mendominasi di Pulau Jawa

  3. Informasi permintaan bahan baku masih menggunakan telepon

  4. Penginputan bahan baku masuk-keluar masih manual sehingga laporan persediaan dan pembelian bahan baku tidak akurat.

  5. Saluran distribusi yang terbatas di Pulau Jawa saja

  6. Belum kuatnya brand image product yang dimiliki perusahaan

  7. Tidak adanya CCTV di perusahaan.

Opportunities (O)

  1. Produk lokal dapat di distribusikan ke pasar export

  2. Keadaan perekonomian yang semakin membaik

  3. Perubahan pola dan gaya hidup masyarakat

  4. Perkembangan SI/TI membantu perusahaan dalam meningkatkan persaingan

  5. Pertumbuhan penduduk Indonesia sebagai pasar-pasar yang potensial

Strategi SO

  1. Melakukan diversivikasi produk

  2. Melakukan promosi dan meningkatkan kerjasama dengan distributor/toko-toko untuk perluasan pasar di dalam negeri ataupun di luar negeri dalam usaha meningkatkan penetrasi produk dan meningkatkan volume penjualan produk

  3. Pemanfaatan kemajuan teknologi untuk meningkatkan mutu dan pelayanan terhadap pembeli




Strategi WO

  1. Bekerjasama dengan Independent Store dan membuka Counter di luar Pulau Jawa.

  2. Brand building melalui peningkatan promosi

  3. Membangun e-SCM untuk mendukung proses operasional perusahaan yang bersifat upstream, atau yang sifatnya berhubungan dengan Supplier; antara lain proses pemesanan, penerimaan barang, penawaran, retur.

  4. Mengganti sistem lama yang tadinya menggunakan barcode dan di input manual menjadi TAG & RFID Reader.

  5. Membangun Primarindo Integrated System yang terintegrasi dengan semua Bagian perusahaan dan mendukung website penjualan TOMKIN'S serta SCM.

Threat (T)

  1. Pasar alas kaki domestik saat ini, didominasi oleh produk impor

  2. Banyaknya pesaing produk yang sejenis

  3. Fluktuasi harga bahan baku

  4. Kenaikan bahan bakar minyak




Strategi ST

  1. Melakukan inovasi dan pengembangan produk

  2. Memaksimalkan produksi dengan memanfaatkan dengan sebaik-baiknya sumber daya yang dimiliki.

  3. Meminimalisir kesalahan produksi sehingga mengurangi biaya pengeluaran yang tidak diperlukan

Strategi WT

  1. Optimalisasi produksi dan pemasaran dengan melakukan efisiensi dan efektivitas dalam upaya peningkatan mutu dan layanan penjualan produk

  2. Memasang CCTV pada setiap Bagian di perusahaan.

  3. Membangun websitee-commerce dengan menggunakan fitur belanja online dan melakukan pemasaran secara online untuk memperbesar jangkauan wilayah distribusi TOMKIN'S.
Tabel 4.1 Matrix SWOT

4.1.2 Usulan Concept Of Operation Scenario (CONOPS)

Berikut ini dijelaskan usulan-usulan untuk proses bisnis PT Primarindo Asia Infrastrucutre, Tbk yaitu sebagai berikut:



  1. Proses Pembelian Bahan Baku ke Supplier

  1. Sistem di Bagian Gudang menerima notifikasi bahan baku yang sudah mendekati stok habis. Kemudian Bagian Gudang akan membuat laporan permintaan pembelian bahan baku dan kemudian Bagian pembelian akan menginput Purchase Order ke sistem. Lalu sistem secara langsung akan mengirimkan notifikasi ke Supplier.

  2. Lalu Supplier akan menyiapkan bahan baku berdasarkan notifikasi yang diterima.

  3. Kemudian Bagian Supplier mencetak surat jalan untuk melakukan pengiriman barang yang dikirimkan ke Gudang material PT. Primarindo – Bandung.

  4. Bagian Gudang akan menghitung dan memeriksa bahan baku dalam hal jumlah sesuai dengan surat jalan dari Supplier, bila telah sesuai petugas penerima akan mengotorisasi bahwa barang telah diterima sesuai dengan surat jalan.

  5. Selanjutnya material dikirimkan ke quality control untuk memeriksa kualitas barang, yaitu sebagai berikut :

    • Bila kualitas sesuai dengan pesanan, QC akan memberikan QC PASS ke Bagian Gudang

    • Bila kualitas tidak sesuai, QC akan memberitahukan ke Bagian Gudang, lalu Bagian Gudang akan menginput surat retur bahan baku ke dalam sistem. Lalu Bagian Gudang mencetak surat retur bahan baku melalui sistem. Kemudian Supplier mengirimkan retur bahan baku beserta surat jalan.

    • Material yang telah diberikan tanda QC PASS diberitahukan ke Bagian Gudang lalu material akan dimasukan melalui pintu RFID yang secara otomatis akan menambahkan stok ke sistem lalu menampilkan jumlah stok, lokasi penyimpanan barang, kemudian Bagian Gudang akan menyusun barang sesuai lokasi yang telah ditentukan.

  6. Bagian pembelian menyatukan surat jalan dan Purchase Order yang akan diteruskan ke Bagian Finance untuk proses pencatatan dan pembayaran sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati

  7. Setiap bulan, Bagian pembelian akan membuat laporan pembelian yang diberikan pada Bagian Finance dan General Manager. Bagian Finance akan melakukan pembayaran ke Supplier. Pada setiap akhir bulan Bagian Finance akan membuat laporan pembayaran dan di input ke dalam sistem lalu Bagian Accounting akan membuat laporan keuangan bulanan berdasarkan data laporan pembelian dan laporan pembayaran.




  1. Proses Penjualan

  1. Proses bisnis penjualan pada PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk memiliki 2 proses. Yang pertama yaitu, pelanggan dapat membeli sepatu TOMKIN'S melalui website, pelanggan yang belum terdaftar harus mendaftar terlebih dahulu, pada form pelanggan memberikan data pelanggan, setelah itu pelanggan mengisi form pemesanan yang berisikan daftar pesanan sepatu yang akan di beli dan total jumlah pembayaran yang harus di bayar. Sistem akan menerima notifikasi form pemesanan yang kemudian dikirimkan ke Bagian Gudang. Lalu, Bagian Gudang akan menerima form pemesanan dan bukti pembayaran beserta kondisi stok barang, setelah itu Bagian Gudang akan mengeluarkan barang berdasarkan form pemesanan melalui pintu RFID yang akan menampilkan jumlah stok dan juga mengurangi jumlah stok yang ada sesuai dengan barang yang dikeluarkan. Barang akan dikirimkan melalui jasa pengiriman dan Admin akan memperbaharui status stok pada website.

  2. Yang kedua ialah dimana pelanggan datang, lalu melakukan pembelian barang kemudian SPG/SPB (Sales Promotion Girl/Boy) Tomkins akan mengecek ketersediaan barang yang ingin dibeli. Bila tersedia maka Pelanggan akan menuju ke Kasir dan melakukan proses transaksi. Bagian Kasir akan membuat dan mencetak invoice untuk pelanggan agar pelanggan dapat melakukan pembayaran. Invoice akan di cetak menjadi dua rangkap, satu untuk pelanggan dan satu untuk disimpan perusahaan.

  3. SPG/SPB (Sales Promotion Girl/Boy) Tomkins melaporkan laporan stok harian Counter atau toko yang diawasinya ke Bagian Sales di kantor Primarindo - Jakarta.

  4. Lalu setelah menerima laporan, Bagian Sales akan melihat ketersediaan stok sepatu di Gudang Tomkins melalui sistem stok yang telah ada.

  5. Apabila stok masih ada, Sales akan meminta otorisasi dari Bagian marketing untuk pengiriman barang melalui permintaan secara sistem yang disebut dengan Delivery Order (DO).

  6. DO tersebut akan dikirimkan secara sistem online ke Gudang di Primarindo – Bandung.

  7. Operation Manager akan memeriksa kesesuaian barang, jika sesuai Operation Manager akan membuat surat jalan untuk proses pengiriman barang tersebut.

  8. Surat jalan diberikan kepada Bagian Gudang kemudian melakukan proses pengiriman barang ke Store sesuai alamat pada Surat jalan.

  9. Setelah Store menerima barang, delivery order akan diarsipkan sebagai bukti.

  10. Bagian Kasir membuat laporan penjualan harian kedalam sistem. Dan Bagian finance akan membuat laporan transaksi harian kedalam sistem. Serta Bagian accounting akan membuat laporan keuangan bulanan.




  1. Proses Distribusi Barang

  1. Proses bisnis pada distribusi barang PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk yaitu dimana Bagian Gudang setelah mempersiapkan surat DO dan surat jalan menghubungi perusahaan transportasi untuk mengirimkan barang sesuai alamat Store di DO.

  2. Setelah kurir datang menerima DO dan surat jalan, nomer DO tersebut di input kedalam sistem untuk di update dengan status barang terkirim.

  3. Untuk penyaluran Tomkins pada Matahari departmen Store, Tomkins sudah bekerja sama dengan pusat distribusi dari Matahari Departement Store yang dinamakan DCMDS (Distribution Centre Matahari Dept. Store). Semua hasil produksi sepatu Tomkins yang telah diambil dari Gudang Primarindo akan dikirimkan terlebih dahulu ke pusat Gudang DCMDS di Balaraja - Tanggerang, setelah itu akan dilanjutkan pendistribusiannya ke Store sesuai alamat di DO.

  4. Apabila barang telah sampai di Store, SPG/SPB akan memeriksa kelengkapan jumlah pengiriman dan mengganti status pada sistem dengan status barang sampai.

  5. Lalu memberikan tanda terima sebagai bukti bahwa sepatu Tomkins sudah diterima ke Bagian Finance beserta hasil penjualannya.

  6. Dan setiap bulan Bagian finance membuat laporan penjualan.

  7. Pada setiap adanya pengiriman barang ke Store, DCMDS akan membuat laporan pada sistem E-SCM perusahaan yang terhubung pada sistem DCMDS.


4.1.3 Usulan Concept Of Operation Diagram (CONOD)

Pada gambar dibawah ini merupakan gambaran alur proses bisnis yang akan berjalan untuk kedepannya:





Gambar 4.1 Rekomendasi Concept of Operation Diagram Proses Pembelian Bahan Baku



Gambar 4.2 Rekomendasi Concept of Operation Diagram Proses Penjualan


Gambar 4.3 Rekomendasi Concept of Operation Diagram Proses Distribusi Barang

4.2 Update Business Product and Services

4.2.1 Business Plan

4.2.1.1 Business Overview

PT Primarindo Asia Infrastructure, Tbk yang merupakan produsen sepatu dengan merek TOMKIN’S, berkantor pusat di Gedung Dana Pensiun, Bank Mandiri Lantai 3A, Jalan Tanjung Karang, No. 3-4 A, Jakarta. Adapun produksinya beralamat di Jl. Raya Ranca Bolang No. 98, Gedebage, Bandung, Jawa Barat.Perusahaan ini melakukan kegiatan penjualan sepatu dengan adanya order dari customer yang datang secara langsung ke toko, dan laporan stok diterima Sales pusat. Berdasarkan laporan stok tersebut akan di putuskan apakah akan memproduksi ulang sepatu atau memproduksi sepatu model baru. Lalu dilakukan proses perencanaan produksi dengan memeriksa kebutuhan material. Apabila material habis, dilakukan pemesanan material ke Supplier dan proses produksi di laksanakan. Sepatu yang sudah siap jadi akan di distribusikan ke setiap Counter. Saat ini PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk tidak melakukan promosi melalui website tetapi hanya dengan brosur-brosur yang tersedia di setiap Counter.


4.2.1.2 Executive Team Profile

Tugas dan kewajiban eksekutif adalah:

1) Komisaris


  • Menetapkan tujuan, sasaran dan kebijakan mutu yang telah ditetapkan

  • Mengawasi realisasi dari tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan

  • Memberikan penjelasan menyangkut keadaan pasar untuk dapat merencanakan kegiatan yang akan dilakukan perusahaan sehingga perusahaan dapat mencapai hasil yang optimal

  • Memberikan pengarahan menyangkut hubungan antara perusahaan dan lingkungan masyarakat sekitar

  • Melakukan pengawasan menyangkut kepentingan pengamanan perusahaan

2) Direktur



  • Memimpin perusahaan dengan membawa perusahaan tetap pada tujuan yang telah ditetapkan

  • Menerbitkan kebijakan-kebijakan baru untuk perusahaan

  • Menetapkan dan mengawasi tugas dari kepala Bagian dan karyawan

  • Menyetujui anggaran tahunan perusahaan

  • Menyampaikan laporan kepada pemegang saham atas kinerja perusahaan


4.2.1.3 Relationship of Business Activities to Strategic Goals

Hubungan yang baik dengan pemegang saham, customer dan Supplier bahan jenis dan baku sebagai pendukung produksi.


4.2.1.4 Organization Structure

Berdasarkan analisa pada area, fungsi dan proses bisnis yang telah dilakukan pada bab sebelumnya dapat dilihat bahwa perlu adanya penambahan dibeberapa area fungsional perusahaan yaitu divisi IT dan penambahaan staff untuk admin Gudang dan pemesanan online.





Gambar 4.4 Struktur Organisasi PT.Primarindo Asia Infrastructure, Tbk
Tugas dan kewajiban dari setiap bagian yang ada pada struktur organisasi pada gambar 4.4 sebagai berikut:


  1. Divisi Produksi

  • Membuat perencanaan produksi

  • Membuat kegiatan pabrikasi

  • Mengevaluasi kinerja kerja produksi, pemeliharaan dan perawatan mesin-mesin yang menunjang proses produksi

  • Bertanggung jawab atas seluruh proses produksi dan kualitas dari hasil produksi




  1. Divisi Keuangan & Akutansi

  • Membuat perencanaan keuangan.

  • Mengawasi realisasi, pengumpulan, pengolahan data sehingga menghasilkan laporan keungan yang berguna bagi manajemen dalam mengendalikan kegiatan perusahaan dan pengambilan keputusan.

  • Mencatat aliran uang yang keluar dan masuk.

  • Memberikan laporan keuangan kepada direktur.




  1. Divisi Pengembangan & Desain

  • Membuat contoh sepatu untuk produksi dan memperbaharui model-model sepatu sehingga up to date dan dapat bersaing dengan kompetitor dan tetap unggul.




  1. Divisi SDM & Umum

  • Melakukan pencarian dan penyediaan Sumber Daya Manusia, administrasi data karyawan, pengembangan kualitas sumber daya manusia.

  • Memelihara gedung dan peralatan, menjaga keamanan, memelihara kendaraan, melayani kerumah tanggaan, dan mengurus izin-izin perusahaan.




  1. Divisi Pemasaran




  1. Divisi TI

  • Mempersiapkan sistem untuk user.

  • Membantu Staff dalam penggunaan aplikasi Web

  • Memastikan sistem berjalan dengan baik

  • Melakukan Pemeliharaan SI / TI




        1. Market Outlook and Competitive Strategy

  • Pangsa pasar perusahaan untuk perusahaan industri sepatu cukup menjamin karena masyarakat sekarang tidak hanya melihat sepatu sebagai suatu kebutuhan, tetapi merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan fashion yang menjadi trend masa kini.

  • Perusahaan yang bergerak pada bidang industri sepatu cukup banyak, belum lagi kompetitor dari luar namun hal itu dijadikan motivasi untuk menjadi perusahaan industri sepatu terbaik di Indonesia, dengan berusaha meningkatkan kualitas sepatu, kualitas bahan baku, kualitas pelayanan, dan menjalin hubungan baik dengan para pemegang saham, Supplier dan juga pelanggan.

  • Para Customer akan lebih mudah melakukan transaksi pembelian dengan disediakannya Web yang dimana barang nantinya akan di antar melalui sistem Delivery Order. Sehingga terdapat daya tarik sendiri dengan adanya sistem pembelian on-line.




        1. Business Cycle

Gambar 4.5 Business Cycles

Siklus bisnis perusahaan ini dimulai dari:



  1. Membuat visi dan misi yang menjadi acuan dari jalannya perusahaan.

  2. Memberikan ketentuan serta menetapkannya kebijakan dan strategi bisnis perusahaan.

  3. Pembelian bahan baku sepatukepada Supplier.

  4. Melayani permintaan pembuatan sepatu.

  5. Perencanaan pembuatan sepatu dan produksi.

  6. Mendistribusikan sepatu ke Counter dan Store.

  7. Melayani penjualan sepatu pada Counter dan Store.

  8. Mengawasi setiap transaksi di perusahaan sesuai dengan tugas dan wewenangnya.

  9. Membuat laporan pertanggung jawaban yang ditujukan kepada direktur perusahaan baik bulanan maupun tahunan.

  10. Direktur dibantu dengan manager perusahaan menganalisa dan memantau kondisi perusahaan mulai dari kinerja karyawan, keadaan pasar, serta proses bisnis perusahaan yang kemudian akan dievaluasi untuk menentukan kebijakan dan strategi baru.


4.2.1.7 Capitalization Summary

  • Produksi Sepatu

  • Penjualan Sepatu




        1. Financial Strategy

Membuat budgeting dari setiap pengeluaran yang akan dikeluarkan perusahaan dan melakukan pencatatan dari setiap transaksi yang dikeluarkan perusahaan. Lalu melakukan penghitungan dari kerugian atau keuntungan yang diperoleh perusahaan untuk menjadi bahan pertimbangan pengeluaran berikutnya, agar dana yang dikeluarkan perusahaan berdasarkan kebutuhan yang benar-benar bermanfaat bagi perusahaan.

Melakukan pengecekan rutin dari setiap barang yang keluar dengan jumlah yang seharusnya diperoleh agar tidak terjadi kerugian atau pengeluaran dana yang tak terduga.

Mengecek jumlah customer yang melakukan pembelian melalui sistem online. Sehingga perusahaan juga dapat mengevaluasi keuntungan dan kerugian dari sistem penjualan online.


        1. Current Financial Status Summary

Pendapatan perusahaan diperoleh dari penjualan sepatu ekspor dan lokal. Dan bergantung dari banyaknya jalur distribusi, semakin banyak perluasan jalur distribusi yang dilakukan, semakin banyak pula kesempatan mendapatkan penjualan sesuai dengan target.
4.2.1.10 Business Partnership and Alliances

  • PT. Golden Lestari

  • PT. Woori Korindo Sucurities Ind.

  • PT. Usaha Bersama Secutiries

  • PT. TIKI

  • PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir

  • Bank BCA

  1   2   3   4   5   6


Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©atelim.com 2016
rəhbərliyinə müraciət