Ana səhifə

I’m an Indonesian Cantonese with a German Passport who Works for Mexicanx in the Czech Republic


Yüklə 13.34 Kb.
tarix27.06.2016
ölçüsü13.34 Kb.
KASUS D

Global Investment Comes from All Direction: “I’m an Indonesian Cantonese with a German Passport who Works for Mexicanx in the Czech Republic”

  1. Setelah melebarkan sayapnya ke Amerika Latin dan wilayah Amerika Utara, investor dan exportir Mexico tampaknya akan meluaskan investasi dan kegiatan ekspor perusahaan-perusahaan mereka ke wilayah Uni Eropa dan Asia. Asia merupakan pasar yang sangat potensi dengan jumlah penduduk yang sangat besar merupakan pasar yang sangat menjanjikan bagi pengusaha Meksiko.



  1. Berbagai cara selain direct investment dapat dilakukan oleh perusahaan-perusahaan Meksiko untuk berinvestasi ke negara lain, di antaranya:

  • Joint venture: yaitu melakukan investasi melalui kerjasama perusahaan lokal yang sudah well-established di negara tujuan investasi

  • Licensing/franchising (waralaba): yaitu melakukan investasi dengan melalui usaha franchising, misalnya dengan Grupo Industrial Bimbo SA dapat melakukan investasi di Indonesia dengan menjual lisensinya kepada perusahaan di Indonesia dan mendapatkan share keuntungan dari hasil revenue pewaralaba.

  • Alliancies: yaitu investasi yang dilakukan melalui kemitraan dengan berbagai perusahaan lain dan secara bersama melakukan investasi di negara tujuan investasi.

  • Acquisiton: yaitu investasi yang dilakukan dengan mengakuisisi (membeli) perusahaan lokal yang sudah well-established.



  1. Selama ini Meksiko dikenal sebagai negara yang memiliki penduduk yang paling banyak melakukan illegal cross-border ke Amerika Serikat. Hal ini disebabkan Meksiko belum mampu menyediakan lapangan kerja yang cukup untuk penduduknya. Namun tampaknya dengan berbagai usaha dari Pemerintah dan khususnya dengan adanya kesepakatan yang tertuang dalam North Amerika Free Trade Area (NAFTA) telah membuka kesempatakan yang lebih baik bai Meksiko untuk meningkatkan aktivitas perdagangan bilateral dengan Amerika Serikat. Berbagai kemudahan seperti hilangnya bea masuk telah meningkatkan daya saing produk Meksiko ke Amerika Serikat. Terlebih dari itu Meksiko bahkan bahkan mampu berinvestasi langsung di Amerika Serikat dan kawasan lain di Benua Amerika (Amerika Latin dan Amerika Utara). Seiring dengan hal tersebut, Meksiko berhasil meningkatkan kualitas sumberdaya manusianya. Dengan perekonomian yang membaik, SDM menikmati standar hidup yang membaik pula. Semakin banyaknya SDM Meksiko yang bekerja baik untuk perusahaan mereka yang berdiri di AS maupun yang bekerja sebagai buruh maupun sebagai ekspatriat pada perusahaan-perusahaan di sana akan memberi pengaruh yang signifikan bagi AS.

Fenomena tersebut menjadi dua mata pisau bagi perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat, pertama keberadaan perusahaan dan tenaga kerja dari Meksiko merupakan saingat bagi perusahaan dan tenaga kerja lokal, kedua sebaliknya keberadaan mereka dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan di AS karena keuntungan dari kenyataan bahwa tenaga kerja Meksiko dapat dibayar lebih murah dan keuntungan yang didapat dari investasi kerjasama antara perusahaan AS dan Meksiko.

Beberapa hal yang mempengaruhi keberadaan tenaga kerja dan perusahaan Meksiko terhadap perusahaan di AS adalah:



  • Penggajian

Perusahaan di AS yang mempekerjakan tenaga kerja dari Meksiko secara ekonomi akan memperoleh keuntungan yang lebih bila dibanding dengan mempekerjakan tenaga kerja lokal karena TK Meksiko dapat dibayar dengan skala upah lebih murah untuk jenis pekerjaan yang sama. Namun hal ini tentunya tidak dapat diterapkan begitu saja, karena akan berpotensi menimbulkan konflik di antara pekerja.

Penggunaan tenaga kerja asing harus dimulai dengan adjustmen t traningi untuk menyesuaikan dengan jenis pekerjaan yang akan mereka tangani. Misalnya untuk bekerja sebagai tukang las, seorang welder yang baru tamat dari sekolah kejuruan di Mexico City, memerlukan pelatihan tambahan dari majikan di AS bila hendak bekerja di perusahan tambang minyak lepas pantai.

  • Konflik Budaya

Perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat sebaiknya harus mempertimbangkan untuk mengadakan program-program pelatihan yang meliputi budaya lokal di AS. Pertentangan budaya merupakan konsekuensi logis dari keberadaan orang asing dalam suatu perusahaan. Hal ini berlaku baik untuk tenaga kerja ahli (ekspatriat) maupun tenaga buruh dari level bawah. Masyarakat AS yang jauh lebih maju relatif dan memiliki gaya hidup yang dianggap lebih civilized akan cenderung memandang rendah pendatang dari negara sedang berkembang. Hal ini berpontensi untuk menimbulkan konflik karena adanya perbedaan nilai yang dibawa oleh masing-masing pihak.

Program pelatihan dapat meliputi pengenalan budaya dan kebiasaaan lokal, pelajaran bahasa penduduk lokal dan lain-lain.



Perusahaan di AS yang hendak mempekerjakan ekspatriat dari Meksiko harus memikirkan tentang keluarga yang akan dibawa bersama mereka. Hal ini terkait dengan pemenuhan hak-hak mendasar (hak azasi manusia) pekerja.

  1. Isu-isu budaya yang timbul sebagai akibat akulturasi budaya dalam dunia kerja yang bersifat internasional bahkan global dapat dihadapi dengan melalui pembelajaran tentang budaya itu sendiri. Bila saya adalah orang Indonesia berlatar belakang Cantonis, tetapi sebagai permanent resident Jerman dan bekerja untuk perusahaan Meksiko di Czech Republic, maka ada beberapa hal yang perlu saya lakukan:

  • Yang utama yang harus saya lakukan adalah mempelajari bagaimana budaya kerja pengusaha Meksiko secara umum (dalam hal ini bila top management dalam perusahaan dipegang langsung oleh orang Meksiko). Saya juga harus mengetahui bagaimana policy pengusaha Meksiko terkait dengan keberadaan tenaga kerja asing dalam perusahaan mereka seperti perlakuan atas hak (seperti gaji, repatriasi dan fasilitas keluarga yang akan saya bawa bersama saya)



  • Selanjutnya adalah mempelajari budaya kerja orang Czech karena dapat dipastikan tenaga kerja menengah ke bawah akan diberikan kepada penduduk lokal. Untuk hal semacam ini saya dapat meminta kepada perusahaan agar dapat memberikan pelatihan (in house training) kepada staf asing yang ada dalam perusahaan dengan materi budaya masyarakat setempat, budaya kerja perusahaan dan pelajaran bahasa setempat.



  • Secara mandiri saya dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal dengan terlibat dengan aktivitas sosial kemasyarakatan maupun menjadi anggota dari berbagai organisasi hobbi, misalnya klub olahraga dan lain-lain.



  1. Persiapan-persiapan yang harus saya lakukan bila saya dipindahkan ke perusahaan Meksiko di Mesir adalah:

  • Mempelajari budaya bangsa Mesir secara umum. Data-data sepertinya ini dapat dengan mudah saya dapatkan dari website, selain itu saya dapat mengunjungi kedutaan Mesir di mana saya tinggal untuk mencari informasi tentang karakteristik masyarakat Mesir. Mesir memiliki keunikan tersendiri karena merupakan negara Islam, namun negara ini relatif lebih moderat di banding bebapa negara Arab lainnya. Saya harus mengentahui apakah istri saya harus mengenakan busana tertentu bila berada di tempat umum dan berbagai tradiri lainnya.

Saya juga dapat menghubungi kolega saya yang sebelumnya sudah bekerja di Mesir. Informasi dari pihak seperti ini pastilah akan sangat membantu saya karena pengalaman dan kesulitan yang relatif sama pastilah akan saya alami juga nantinya.

  • Mempelajari budaya perusahaan. Budaya perusahaan sangat penting saya ketahui karena hal inilah yang salah satunya secara langsung akan mempengaruhi performa saya dalam bekerja. Saya harus mengetahui susunan top management perusahaan karena sedikit banyak akan mempengaruhi bagaimana mereka memperlakukan orang asing dalam perusahaan. Bila perusahaan tersebut, sudah sejak lama mempekerjakan orang asing, maka penerimaan personil lain dalam perusahaan tentulah akan lebih terbuka di banding sebaliknya.



  • Mempelajari kebijakan perusahaan terhadap keberadaan tenaga kerja asing. Saya perlu lebih mengetahui fasilitas (kekhususan) apa yang disediakan perusahaan untuk tenaga kerja asing, misalnya gaji, bonu, fasilitas perumahan, tanggungan untuk keluarga, fasilitas cuti dan insentif lainnya. Saya harus mengetahui apakah perusahaan menyiapkan sejenis pelatihan budaya untuk saya agar dapat secara cepat menyesuaikan diri dengan gaya hidup masyarakat setempat. Bila ada maka hal tersebut akan sangat baik untuk adaptasi saya dengan lingkungan baru, bila tidak, saya dapat mengusulkan agar perusahaan dapat melakukan program tersebut.







Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©atelim.com 2016
rəhbərliyinə müraciət