Ana səhifə

Bab V kesimpulan dan saran


Yüklə 187.94 Kb.
tarix27.06.2016
ölçüsü187.94 Kb.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan

Dari hasil penelitian serta pembahasan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut :

a. Dari hasil pengujian secara simultan (Uji F) diperoleh nilai F hitung = 27,542 lebih besar dari F table =2,37 yang berarti bahwa hipotesa pertama yang diajukan benar yaitu variable

variable store environment yaitu store planning (X1), store design (X2), merchandising (X3), dan visual communication (X4) secara bersama – sama berpengaruh signifikan terhadap minat pembelian produk ZARA oleh kalangan metroseksual di Jakarta.



b. Dari hasil analisa koefisien determinasi berganda (R²) menunjukkan bahwa pengaruh dari store environment yaitu store planning, store design, merchandising, dan visual communication secara bersama sama terhadap minat pembelian produk ZARA oleh kalangan metroseksual di Jakarta adalah sebesar 36,1%, sedangkan sisanya sebesar

63,9% dijelaskan oleh variable lain. Misalnya yang tidak disebutkan dalam penelitian ini buyer characteristics (seperti budaya, kepribadian, kepercayaan, motivasi, persepsi, dan lain - lain).

c. Dari hasil pengujian secara parsial (Uji t) dan hasil analisis koefisien determinasi secara parsial (r²) menunjukkan bahwa hasil dari hipotesa kedua adalah variable visual communication yang berpengaruh paling signifikan secara parsial dibandingkan variable

variable store environment lainnya dengan kontribusi sebesar 39%.
76



5.2 Saran

a. Saran yang dapat diberikan kepada ZARA dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa variable visual communication memiliki pengaruh yang paling besar diantara variable variable bebas lainnya yaitu sebesar

39%. Oleh karena itu ZARA dapat menggunakan visual communication sebagai kunci untuk agar dapat meningkatkan minat kaum metroseksual dan mereka mendapatkan pesan yang ingin disampaikan oleh ZARA sehingga mereka datang ke gerai dan melakukan pembelian yang pada akhirnya menciptakan tingkat penjualan yang lebih tinggi. Pesan – pesan yang menyampaikan “Sale” atau “New Arrival”, poster – poster yang mempresentasikan image lifestyle dari produk ZARA yang ada di depan maupun di dalam gerai atau penataan untuk display manekin di luar gerai dibuat menarik sehingga menarik minat para kaum metroseksual dan tertarik untuk memasuki gerai ZARA bahkan membeli produk ZARA. Khusus untuk koleksi baru, ZARA harus mendisplay tulisan New Arrival di jendela display mereka agar customer tahu akan adanya koleksi terbaru dari ZARA.

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa variable merchandising merupakan variable kedua yang memiliki pengaruh besar dibandingkan dengan variable store planning dan store design yaitu sebesar 38%. Disini ZARA dapat menggunakan merchandising sebagai daya tarik kedua setelah visual communication untuk dapat menarik minat kaum metroseksual untuk berkunjung ke gerai ZARA dan bahkan melakukan pembelian yang pada akhirnya akan menciptakan tingkat penjualan yang tinggi. ZARA harus tetap menjaga elemen elemen yang tercakup di dalam merchandising karena customer cenderung untuk mendatangi dan melihat lihat barang barang

yang ditata dengan menarik dan mudah dicari dibandingkan dengan barang yang ditata sembarangan seperti menata koleksi – koleksinya sesuai dengan jenis pakaiannya, misalnya pakaian formal (seperti kemeja, celana bahan, dasi, dan lainnya) di letakkan sejenis atau pakaian casual (seperti kaos, sweater, jeans, dan lainnya) di letakkan sejenis juga. ZARA juga harus memperhatikan tata letak dalam peletakan barang – barang yang tidak dapat dijangkau oleh customer dengan meletakkan barang – barang tersebut sesuai dengan tempat yang dapat dijangkau oleh customer.

Store design terbukti mempunyai pengaruh ketiga dari yang paling besar yaitu sebesar


34% terhadap minat pembelian produk ZARA oleh kalangan metroseksual di Jakarta. ZARA dapat lebih meningkatkan lagi store design-nya dengan memelihara penampilan fisik gerai dari waktu ke waktu agar tetap menarik dan bersih, menghindari pemutaran music yang tidak menghentak – hentak / keras sehingga membuat customer tidak betah di dalam gerai, menjaga agar penerangan tetap baik. Bila hal ini dilakukan dengan baik dan konsisten maka niscaya pasti dapat menarik kaum metroseksual berkunjung ke gerai ZARA.

Store planning dalam penelitian ini terbukti mempunyai pengaruh yang paling kecil di antara store environment yang lainnya yaitu sebesar 27%. Tetapi tidak berarti bahwa store planning tidaklah penting. Tanpa memperhatikan pengalokasian dan pengaturan ruang yang mereka miliki maka akan sangat sulit sirkulasi di dalam gerai berjalan dengan baik. Disini ZARA harus menjaga agar peletakkan rak untuk koleksi – koleksinya sehingga tersedia aisles yang cukup luas dan tidak menghalangi para customer untuk berbelanja ataupun mengelilingi gerai ZARA, memperhatikan pemeliharaan ruang fitting agar tetap bersih dan nyaman.

b. Saran yang dapat saya berikan kepada peneliti selanjutnya adalah :
Dari hasi penelitian menunjukkan bahwa pengaruh store environment secara bersama
sama terhadap minat pembelian produk ZARA oleh kalangan metroseksual di Jakarta adalah sebesar 36,1% sedangkan sisanya dijelaskan oleh variable lain. Beranjak dari hasil ini, peneliti selanjutnya dapat meneliti lebih lanjut mengenai factor

factor lain di luar store environment tersebut yang juga mempengaruhi minat membeli produk ZARA, misalnya buyer characteristic (seperti budaya, kepribadian, kepercayaan, motivasi, persepsi, dan lain - lain).


Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©atelim.com 2016
rəhbərliyinə müraciət