Ana səhifə

Upaya pemerintah meksiko menangani masalah drugs trafficking pada masa felipe calderon


Yüklə 65.9 Kb.
tarix27.06.2016
ölçüsü65.9 Kb.


eJournal Ilmu Hubungan Internasional, 2014,
ISSN 0000-0000, ejournal.hi.fisip-unmul.org
© Copyright 2014


UPAYA PEMERINTAH MEKSIKO MENANGANI MASALAH DRUGS

TRAFFICKING PADA MASA FELIPE CALDERON
Lidya Aprilia1

NIM.0702045176


Abstract

The Mexican government tin the to coop write drugs trafficking in Mexico through internal and external efforts have been successful, but give negative impactin the handling ofthe case. The negative impact is referred to the killing of civilian sdirectly involved in the Mexican cartels. The efforts made by Felipe Calderon are impact on Mexican citizens who are classifye dasnarcoticsusers, governments providere habilitation for those who can not get away from drugs, and closed drugs lab on Mexico Calderon administration did two strategies that aim to minimize the lead to abolish the drug trade in Mexico and outside of the country. This internal effort be given decisions in handling narcotics cases Calderon in Mexico without outside interference, while the effort was first elected decision Calderon is using the Mexican army which comprises approximately 240,000 soldiers who intended to conduct a campaign to areas in Mexico where drug cartels have strength in the area . The second decision was to start efforts to establish and re-establish the Mexican Federal police force . Calderon believes that could be the end of the last strength in the fight against drug trafficking organization and reform of state and local police .
Keywords : drugs trafficking, Mexico, kartel, Felipe Calderon.
Pendahuluan

Meksiko merupakan salah satu negara di Amerika Latin dan Karibia yang memiliki masalah Drug Trafficking atau penjualan obat-obatan terlarang.Nilai perdagangan obat-obatan terlarang di Meksiko menempati urutan ketiga terbesar setelah Kolombia dan Brazil.Pada tahun 2010 nilai perdagangan obat-obatan terlarang di Kolombia mencapai $ 27 miliar, Brazil mencapai $ 20 miliar, dan Meksiko mencapai $ 17 miliar. Di dunia, Meksiko merupakan negara dengan urutan kelima dalam jaringan narkotika di dunia.Sehingga Meksiko sangat memainkan peranan penting dalam perdagangan narkotika global dengan keuntungan besar dari kartel-kartel narkotika Meksiko.

Masalah Drug Trafficking di Meksiko ini menjadi isu penting karena melibatkan tindak kekerasan yang dilakukan oleh Drug Trafficking Organizations (DTOs) Amerika Serikat. Meksiko merupakan salah satu negara di Amerika Latin dan Karibia yang memiliki masalah Drug Trafficking atau penjualan obat-obatan terlarang.Nilai perdagangan obat-obatan terlarang di Meksiko menempati urutan ketiga terbesar setelah Kolombia dan Brazil.Pada tahun 2010 nilai perdagangan obat-obatan terlarang di Kolombia mencapai $ 27 miliar, Brazil mencapai $ 20 miliar, dan Meksiko mencapai $ 17 miliar.

Di dunia, Meksiko merupakan negara dengan urutan kelima dalam jaringan narkotika di dunia.Sehingga Meksiko sangat memainkan peranan penting dalam perdagangan narkotika global dengan keuntungan besar dari kartel-kartel narkotika Meksiko.

Masalah Drug Trafficking di Meksiko ini menjadi isu penting karena melibatkan tindak kekerasan yang dilakukan oleh Drug Trafficking Organizations (DTOs) seperti the Sinaloa DTO dan the Los Zetas DTO.Dalam operasinya, kelompok-kelompok ini melakukan tindak kekerasan yang tidak terduga dan brutal, seperti pembunuhan, pengggunaan kekerasan dan penyiksaan hingga fenomena bom mobil.Berdasarkan laporan Congressional Research Service Amerika Serikat, selama Desember 2006 - Desember 2011 telah terjadi 50.000 kasus pembunuhan yang berhubungan dengan kegiatan drug trafficking tersebut.

Drug Trafficking di Meksiko sudah berlangsung sejak tahun 1933 dimana perdagangan narkotika secara ilegal dilakukan dengan Amerika Serikat, namun pada tahun 1960-an penyelundup narkotika Meksiko mulai menyelundupkan narkotika dalam skala besar. Secara geografis, Meksiko telah menjadi tempat transit perdagangan narkotika yang ditujukan ke Amerika Serikat,

Amerika Selatan dan kawasan lain. Hal ini dilakukan karena Meksiko sudah lama menjadi sumber utama dari jenis narkotika methamphetamine, heroin, kokain dan ganja dimana Amerika Serikat menjadi pasar terbesar narkotika jenis kokain yang berasal dari Meksiko. Hampir semua kokain dunia dengan tanaman koka tumbuh di Amerika Selatan dan sebanyak 90% dari coke di AS melalui Meksiko. Sebanyak 80% dari metamfetamin dikonsumsi oleh Amerika adalah diproduksi di sana.

Jaringan pengedar narkotika dari Meksiko telah mendirikan sebuah infrastruktur yang berhubungan dengan jaringan narkotika Kolombia. Karena besarnya jaringan kejahatan transnasional di Meksiko dan sumber transaksi di negara tersebut, Amerika Serikat berinisiatif memerangi drugs trafficking bersama Meksiko agar setidaknya dapat mengurangi tingkat kejahatan transnasional tersebut.

Keberadaan para kartel tersebut berdampak besar pada sektor ekonomi dan politik Meksiko yang dapat menciptakan kondisi ketidakstabilan secara sosial di Meksiko.Secara ekonomi dampak tersebut terlihat dari ketidakamanan kehidupan ekonomi bisnis Meksiko, karena para kartel narkotika Meksiko menentang kondusifitas lingkungan bisnis yang aman yang ada di Meksiko.Besarnya dampak negatif dari drug trafficking inilah yang membuat Felipe Calderon yang naik menjadi presiden Meksiko tahun 2006 – 2012 melakukan berbagai upaya untuk memeranginya.



  1. Kerangka Dasar Konsep

1. Konsep Transnational Organized Crime ( TOC )

Drugs Trafficking adalah peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba dimana transaksi dilakukan dalam lintas batas negara. Kondisi keamanan dan penanggulangan drugs trafficking, secara umum masih ditandai oleh tingginya gangguan keamanan masyarakat sebagai akibat kondisi perekonomian dan keamanan negara yang belum sepenuhnya pulih.

Biasanya drugs trafficking ini tak terlepas dari Transnational Organized Crime, yaitu sebuah bentuk kejahatan yang terorganisir dengan baik, memiliki struktur yang jelas dan aturan yang mengikat anggotanya. Kejahatan ini beroperasi hingga melampaui batas-batas negara, memiliki hubungan antar jaringan yang kuat dan sangat rahasia serta ikatan yang kuat antara anggota serta jaringannya tersebut membuat TOC sulit untuk diberantas organisasi yang melakukan kejahatan transnasional ini dikenal dengan berbagai istilah seperti mafia, gangster, kartel, ataupun triad.

Umumnya TOC dalam kegiatannya menggunakan aspek ekonomi masyarakat suatu negara yang berada dibawah garis kemiskinan, sehingga faktor kemiskinan menjadikan warga dari suatu wilayah atau negara menjadi atau membantu kegiatan mereka khususnya perdagangan narkotika lintas batas negara.

Dalam kasus jaringan kartel narkotika Meksiko, banyak warga Meksiko terutama di wilayah perbatasan yang membantu penyelundupan narkotika ke berbagai negara tetangga Meksiko, dikarenakan adanya faktor bayaran yang cukup dianggap besar dari perdagangan narkotika ini.Mereka bergerak atas dasar berbisnis untuk memperoleh keuntungan finansial maupun materil lainnya.

Bisnis tersebut dianggap sebagai pasar gelap, karena memperjual-belikan barang-barang yang dapat mengancam stabilitas keamanan oleh pemerintah. Menurut Barry Buzan, keamanan berkaitan dengan masalah kelangsungan hidup. Isu-isu yang dianggap mengancam kelangsungan hidup akan dianggap sebagai ancaman eksistensial.

Konsep keamanan melihat ancaman dapat berasal dari negara dan non-negara, dalam hal ini dapat dikatakan bahwa ancaman dapat datang dari domestik maupun transnasional.Sifat ancaman yaitu militer dan non militer, seperti isu-isu ekonomi, politik domestik, lingkungan hidup, terorisme, penyakit menular, dan narkoba.

2. Teori Keamanan

Konsep keamanan mempunyai makna yang ambigu sekaligus fleksibel karena terbuka pada interpretasi subjek yang luas dan mengandung dimensi psikologis yang berbeda pula.Perasaan aman dari tindakan kejahatan adalah elemen yang penting dalam konsep keamanan, akibatnya konsep mengenai keamanan biasanya sulit untuk didefinisikan dan diartikulasikan karena keamanan mempunyai tingkatan-tingkatan tersendiri. Persepsi mengenai konsep keamanan berbeda antara yang satu dengan yang lainnya karena semua itu tergantung pada ancaman yang didapat dan secara langsung dapat merubah tingkatan dari ancaman tersebut, baik yang datang dari negara maupun aktor-aktor non negara.

Menurut Barry Buzan keamanan berkaitan dengan masalah kelangsungan hidup (survival). Isu-isu yang mengancam kelangsungan hidup suatu kolektif atau prinsip-prinsip yang dimiliki oleh unit-unit tertentu akan dipandang sebagai ancaman eksistensial.Buzan membagi keamanan kedalam lima kategori, yaitu; politik, ekonomi, militer, sosial dan lingkungan. Buzan menyatakan bahwa sebagian ancaman yang muncul melibatkan banyak faktor yang sangat rumit dan menyebabkan ketidakpastian akan akibat langsung yang ditimbulkan, akan tetapi hal yang paling penting sangat tergantung pada masing-masing negara dalam mengalokasikan ancaman-ancaman tersebut pada keamanan nasional mereka dan mengantisiasi akibat yang ditimbulkan oleh ancaan dan kerawanan baik internal maupun eksternal.

Keamanan nasional secara tradisional termasuk kemerdekaan politik dan integritas territorial sebagai nilai-nilai yang harus dilindungi.Meskipun sering dinyatakan bahwa antara keamanan internasional dengan keamanan nasional menunjukkan saling ketergantungan mengingat hubungan keamanan diantara mereka.

Dia percaya bahwa Negara saling bergantung dalam keamanan mereka.Hubungan keamanan diantara Negara harus membuat kasus dengan bukti dan argumen bukan merupakan suatu definisi.Juga tidak bisa dikatakan bahwa konsep keamanan nasional menghalangi antara satu Negara dengan Negara lainnya.

3. Konsep Kebijakan

Menurut Thomas Dye kebijakan sebagai pilihan pemerintah untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu.Sementara Lasswel dan Kaplan melihat kebijakan sebagai sarana untuk mencapai tujuan, menyebutkan kebijakan sebagai program yang diproyeksikan berkenaan dengan tujuan, nilai dan praktek.

Sedangkan menurut Tjokroamidjojo kebijaksanaan pemerintah dapat diartikan setiap keputusan yang dilaksanakan oleh pejabat pemerintah atau Negara atas nama instansi yang dipimipinnya (Presiden, Menteri, Gubernur, Sekjen dan seterusnya) dalam rangka melaksanakan fungsi umum pemerintah atau pembangunan, guna mengatasi pembangunan tertentu atau mencapai tujuan tertentu atau dalam rangka melaksanakan produk-produk keputusan atau peraturan perundang-undangan yang telah ditentukan dan lazimnya dituangkan dalam bentuk undang-undang atau dalam bentuk keputusan formal.

Kebijakan atau policy penggunaannya sering disama artikan dengan istilah-istilah lain seperti tujuan(goals), program, keputusan, undang – undang, ketentuan – ketentuan, usulan –usulan atau rancangn besar. Menurut James E.

Anderson kebijakan adalah langkah atau tindakan yang secara sengaja dilakukan oleh seorang aktor atau sejumlah aktor berkenaan dengan adanya masalah atau persoalan tertentu yang dihadapi.

Suatu tuntutan, juga merupakan cerminan opini atas suatu hal tertentu yang menghendaki suatu alokasi otoritas dari pihak - pihak yang bertanggung jawab untuk melakukan atau tidak melakukannya.Tuntutan-tuntutan bukanlah satu-satunya masukan karena juga terdapat dukungan. Input tuntutan sebagai bahan dasar untuk membuat produk akhir yang disebut keputusan.



  1. Metode Penelitian

Penelitian yang digunakan penulis adalah deskriptif analisis, yaitu memberikan gambaran tentang upaya pemerintah Meksiko manangani masalah drugs trafficking pada masa Calderon, teknik analisa yang digunakan penulis adalah teknik library research.


  1. Hasil Penelitian

Kartel dan jalur perdagangan narkotika di Meksiko, sebagian besar obat – obatan terlarang dari Meksiko tersedia di Amerika Serikat yang diselundupkan melalui perbatasan darat. Metode penyeludupan DTOs sering berubah rute dalam melihat dari tekanan penegakkan hukum, konflik inter – cartel atau factor eksternal lainnya.
Penyelundupan heroin di sepanjang perbatasan barat daya telah meningkat, sebagai akibat dari pengaruh pertumbuhan produksi heroin dan transportasi di Meksiko. Pada tahun 2008 jumlah heroin yang di sita dari penerbangan komersial 398,1 kg untuk pertama kalinya.
Potensi keamanan Meksiko dari arah laut benar – benar terbuka lebar (wide open). Keamanan laut Meksiko berperan dalam menjaga peredaran narkotika keluar dan masuk selain itu merupakan kejahatan trans nasional internasional, melalui jalur laut. Potensi ini yang menimbulkan kreativitas para gembong pengedar untuk memodifikasi kendaraan speedboat menjadi bisa menyelam.
Pemerintahan Calderon melakukan dua strategi yang bertujuan untuk meminimalisir yang menuju pada meniadakan perdagangan narkotika di Meksiko maupun di luar dari Negara tersebut.
Yang menyebabkan kemiskinan di Meksiko adalah kondisi individu. Individu berarti merujuk pada karakteristik orang miskin. Sebagai contoh, latar pendidikan, skill, kecerdasan dan kesehatan berpengaruh pada kemiskinan. Buruknya pendidikan adalah faktor paling berpengaruh.
Tidak adanya lowongan pekerjaan untuk tenaga tidak terdidik. Tidak adanya skill yang dimiliki seseorang tidak kecil kemungkinan diterima untuk bekerja pada sebuah perusahaan. Minimnya layanan pendidikan dan kesehatan di Meksiko pada tahun 1990-an merupakan gambaran kemiskinan di negara tersebut.
Kemiskinan juga merupakan dari faktor geografi. Sebagai contoh, statistik menunjukkan bahwa orang yang tinggal di pedesaan jauh dari kota adalah penduduk miskin. Ini disebabkan oleh buruknya komunikasi dan sarana transportasi di pedesaan. Karena itu pemerintah tidak dapat menyediakan kebutuhan pokok seperti saluran air bersih, makanan pokok, kesehatan dan pendidikan.

Di samping itu alasan utama Drugs Trafficking di Meksiko ini adalah besarnya pasar Asia Tenggara telah membuat produksi obat-obat terlarang tumbuh dengan cepat. Di tengah krisis, setidaknya ada satu bisnis yang paling laris, yakni perdagangan narkotika dari Meksiko ke wilayah sekitar hingga ke kawasan Segitiga Emas. Perdagangan narkotika yang marak terjadi biasanya melalui jalur yang sukar diselidiki, yakni jalur laut.

Pemerintah Amerika dan juga Meksiko berencana menangkap El Chapo pada tahun 2012 lalu, yang mana ini juga menguntungkan buat Barrack Obama yang kembali mengikuti pemilu. bukan cuma Barrack Obama, kandidat presiden Meksiko, Josefina Masquez Vota mengatakan apabila dia terpilih menjadi presiden maka dia akan bersungguh-sungguh untuk menangkap El Chapo dan menstabilkan keadaan negaranya dari peredaran narkoba.

Osiel Guilla Cardenas dan Oaquin Guzman Loera, kartel terkenal di masa itu ialah Juarez, kartel narkotika yang bermarkas di Ciudad Juarez, Chihuahua, Meksiko yang berseberangan dengan El Paso, Texas. Grup ini mempunyai reputasi tinggi dalam kekerasan, pemalakan, dan penganiayaan.

Vicente tidak tinggal diam atas kematian saudaranya, pembalasan pun dilancarkan, dan akhirnya terbunuhlah saudara Joaquin di dalam penjara. Hal ini pun menambah panas di kedua kubu dan akhirnya mendeklarasikan perang wilayah satu sama lain, kejadian ini menadi perhatian dari beberapa media di seluruh dunia.

Vicente Carillo De Fuentes menempati peringkat pertama oleh kepolisian Meksiko, karena keterlibatannya atas peristiwa pembunuhan, dan juga peredaran narkotika. Disamping dari perselisihannya dengan kartel Sinaloa, Vicente adalah seorang miliyuner dan juga pengatur peredaran narkotika di meksiko dan juga ke luar negeri.

Inilah yang membuat pemerintah Amerika Serikat menawarkan harga atau uang 5 Juta US Dollar, bagi siapa yang bisa memberitahu informasi tentang keberadaannya. Semenjak berkembangnya persoalan narkotika diawali oleh kemunculan tokoh – tokoh kartel diatas hingga perkembangan peredaran narkotika tersebut, pemerintah Meksiko disibukkan dengan penyelundupan narkotika melalui jalur laut.

Kendaraan yang digunakan penyelundup pun semakin canggih, bukan lagi kapal nelayan atau kapal berkecepatan tinggi, melainkan kapal selam mikro yang dimodifikasi dengan mesin hebat. Kapal selam mikro ini pun semakin stabil setelah diisi dengan muatan-muatan besar yang diletakkan di bagian depan kapal.

Bentuk kapal dibuat semakin aerodinamis dalam membelah lautan dan suara mesin yang senyap serta dapat tenggelam pada hingga dua meter di bawah permukaan air menyebabkan gerakan kapal semakin sulit dideteksi dalam keadaan gelap dan dalam area lautan yang luas.

Yang lebih mengerikan adalah dengan alat transportasi ini, infiltrasi terhadap suatu negara yang memiliki garis pantai yang panjang dan lebar serta alat-alat keamanan, penjaga batas-batas maritim juga terbatas karena alasan kuantitas terlebih anggaran pertahanan.


Membuat kedaulatan suatu negara dapat dengan mudah dilanggar oleh negara-negara lain. Infiltrator akan dengan leluasa menebarkan teror bahkan melakukan serangan penyusupan ke dalam negara. Apalagi Meksiko dengan wilayah yang luas sementara hubungan kartelnya juga yang saling mendukung akan semakin sulit memantau pergerakan penyusup-penyusup.
Kartel mengontrol atau mempertahankan keberadaan di sepanjang rute dari beberapa obat. Mereka juga beroperasi penting ke rute internasional dan dari Meksiko. Organisasi perdagangan narkotika ini tetap mengontrol jumlah obat yang masuk dan keluar di negeri ini.
Namun, mereka tertarik untuk memperluas kendali mereka baru menghitung poin dari luar di sepanjang perbatasan utara, dan ini adalah mengapa mereka saat ini mempertahankan perselisihan dengan kartel lain untuk mengontrol daerah perbatasan ini.
Organisasi perdagangan narkotika ini hadir di daerah-daerah luas negara dan telah berusaha untuk membangun atas keuntungan yang mereka terima dariperdagangan narkoba melalui diversifikasi kegiatan ilegal mereka terhadap penyelundupan manusia dan minyak dan pencurian bahan bakar.
Kartel yang pendapatan utamanya berasal dari tol Tijuana dan kolektor kartel Juárez. Komisi yang diterima dari kartel dan kartel regional yang mana Kartel mengirim pengiriman obat melalui kota dikendalikan sepanjang perbatasan utara. Mengingat bahwa kartel tersebut sebagian besar terbatas pada beberapa kota perbatasan, mereka tidak dapat melakukan diversifikasi kegiatan ilegal mereka aktif sebagai kartel nasional. Jika kartel ini akhirnya kehilangan kontrol daerah perbatasan masing-masing mereka akan baik mengintensifkan upaya diversifikasi mereka untuk bisnis lainnya (seperti pemerasan atau penculikan) atau mereka akan hilang.
Organisasi perdagangan narkotika ini menjaga kontrol terbatas atas segmen obat rute perdagangan yang melewati wilayah mereka. Seperti kartel kolektor tol, kartel daerah memainkan peran sekunder dalam bisnis perdagangan narkotika dan menerima keuntungan kecil dari itu dan memiliki kemampuan terbatas untuk melakukan diversifikasi ke lain bisnis kriminal seperti penyelundupan manusia atau minyak dan bahan bakar pencurian.
Para mafia yang sel dibubarkan dari terfragmentasi nasional atau kartel regional. Ini berbasis lokal dan jangkauan mereka dapat memperpanjang dari daerah berdekatan beberapa untuk beberapa negara. Kegiatan usahanya terutama difokuskan dalam obat distribusi dan transaksi dalam kota yang dikendalikan mereka, dan mereka telah memperluas bisnis ilegal mereka terhadap pemerasan, pembunuhan dan penculikan.
Berbagai cara digunakan oleh geng narkotika Meksiko untuk mengelabui polisi, di antaranya dengan menggunakan ketapel untuk menyelundupkan narkotika ke Amerika Serikat. Polisi di Kota Sonora, Meksiko, menemukan dua buah ketapel narkotika yang digunakan para gangster untuk melempar narkotika ke seberang perbatasan AS.

Di seberang itu, telah menunggu rekan mereka yang siap membawa serta mengedarkannya ke Arizona dan sekitarnya. Dengan ketapel, mereka melontarkan paket-paket seberat 2 kg ke seberang pagar perbatasan. Polisi Meksiko mengatakan, pihaknya menemukan ketapel raksasa setinggi tiga meter di area dekat pagar perbatasan dengan Amerika. Diperkirakan, ketapel raksasa itu ditarik menggunakan mobil. Berikut ini adalah salah satu cara penyebaran narkotika di Meksiko.

Berbagai faktor dapat menjadi penyebab terjadinya suatu tindak kejahatan, untuk kejahatan peredaran dan pemakaian narkotika di Meksiko. Hingga kini belum didengar adanya berita atau laporan ditempat-tempat khusus yang berhasil dijumpai melakukan transaksi narkotika di Meksiko.

Namun perbuatan penyalahgunaan dan pengedaran narkotika dilakukan secara terselubung diberbagai tempat, misalnya di tempat penginapan (villa, losmen, hotel, bahkan rumah-rumah warga), di jalan-jalan, ditempat obyek wisata dan di tempat lainnya yang dipandang aman.

Kekerasan adalah sifat dari perdagangan obat-obatan terlarang, namun kekerasan yang dihasilkan oleh Meksiko yaitu organisasi perdagangan narkotika (DTOs) dalam beberapa tahun terakhir yang telah terjadi sebelumnya dan sangat brutal, termasuk pembunuhan massal, penyiksaan, pemotongan, dan fenomena bom mobil.

Dampak yang sangat nyata dari peredaran narkotika di Meksiko ini menimbulkan kerugian sebesar kurang lebih dari 1,3 Triliun tiap tahunnya dari beberapa tahun terakhir, mulai dari tahun 2005 hingga tahun 2012. Meksiko mengalami dampak ekonomi yang cukup signifikan. Khususnya pada tahun 2009, terdapat pencucian uang yang berasal dari perdagangan narkotika Meksiko – Amerika Serikat sebesar US $ 6 miliar. Jumlah ini merupakan sekitar 5% dari total transaksi narkotika dunia.


Dana yang dicuci di AS oleh Meksiko berasal dari kegiatan trafficking sebesar US$ 1 milyar menurut Drugs Crime Report tahun 2008. Berikutnya dana ilegal yang dibersihkan berasal dari perdagangan senjata ilegal senilai US$ 900 juta pada tahun 2008. Serta hasil dari tindak pidana bisnis prostitusi pada tahun 2007 sebesar 20 % dari total dunia.
Peran pemerintah dalam menangani kasus kartel tersebut telah menjadikan peningkatan dalam pembunuhan yang teroganisir. Pemerintah melakukan pembunuhan tersebut untuk tujuan menurunkan tingkat kejahatan yang dilakukan oleh kartel-kartel yang ada di Meksiko.

Hamper 13.000 pembunuhan atas kejahatan yang terorganisir telah dilakukan oleh Pemerintah. Hanya saja yang dilakukan Pemerintah lebih melanggar hak asasi manusia, bila awalnya polisi diperintahkan untuk menembak mati setiap warga yang terlibat dalam kartel, maka pada 2011 tiga orang tewas diantaranya disiksa, salah satunya dipenggal, dua diantaranya adalah perempuan dan sepuluh diantaranya orang-orang muda.

Di samping itu, terdapat pula dampak peredaran narkotika terhadap dunia perpolitikan di Meksiko. Dimana para aktivis, politisi dan pejabat – pejabat kebanyakan terkait oleh kartel – kartel narkotika. Para penyelidik memeriksa mantan wakil menteri pertahanan dan seorang jenderal penting angkatan darat atas dugaan berhubungan dengan kejahatan yang terorganisasi.

Sekitar 55.000 orang tewas dalam aksi kekerasan menyangkut narkotika dalam lima tahun belakangan ini sementara kartel-kartel yang bersaing saling perang dan dengan pasukan pemerintah. Peredaran narkotika dengan tingkat yang cukup tinggi di Meksiko menghambat perkembangan politik negara.

Dampak negatif dari narkotika membuat banyak orang menjadi khawatir. Apalagi semakin banyak anak-anak muda yang tertangkap tangan menggunakan narkotika. Tak heran, berbagai penyuluhan pun dilakukan di berbagai sekolah untuk mencegah meningkatnya jumlah pengguna narkotika, walaupun faktanya jumlah pengguna narkoba terus meningkat.

Berbuat yang tidak sopan ( pelecehan seksual ) secara bebas, berakibat buruk dan mendapat hukuman masyarakat, mencuri milik orang lain demi memperoleh uang, menganggu ketertiban umum, seperti ngebut dijalanan dan lain-lain, menimbulkan bahaya bagi ketentraman dan keselamatan umum antara lain karena kurangnya rasa sosial manakala berbuat kesalahan, serta menimbulnya keresahan masyarakat karena gangguan keamanan dan penyakit kelamin lain yang ditimbulkan oleh hubungan seks bebas.

Selain berdampak pada masyarakat, narkotika juga berdampak pada pemerintah. Banyak cara yang dilakukan pemerintah untuk membasmi atau mengurangi peredaran narkotika. Namun hal tersebut tidak menghalangi tindak pelaku peredar narkotika untuk menuai banyak ide menyelundupkan narkotika dengan berbagai banyak cara.

Kenyataannya yang terjadi di Meksiko, narkotika berdampak pada pemerintah, yaitu rusaknya pewaris bangsa yang seyogyanya siap untuk menerima tongkat estafet kepemimpinan bangsa, hilangnya rasa patriotisme atau rasa cinta bangsa yang pada gilirannya mudah untuk di kuasai oleh bangsa asing. Pada akhirnya bangsa dan negara kehilangan identitas yang disebabkan karena perubahan nilai budaya.

Sebelum pemerintah Felipe Calderon memimpin Meksiko, pemerintah sebelumnya adalah Vicente Fox dan Carlos Calinas yang berupaya menangani peredaran narkotika secara eksternal dan internal. Secara Eksternal yaitu dengan melakukan kerjasama dengan Amerika Serikat yang terbentuk melalui kerjasama Merida Innitiative, dimana hal ini merujuk pada kasus yang dimiliki kedua negara yaitu peredaran narkotika yang serupa. Hal inilah yang mendorong Amerika Serikat ingin menjalin kerjasama bilateral dengan Meksiko dengan wujud pengamanan perbatasan, mobilisasi personel, dan pelatihan teknis.

Amerika Serikat berpendapat bahwa, kerjasama difokuskan pada negara sumber, saat tingkat produksi dan penawaran dapat ditekan maka permintaan pun dapat berkurang. Menanggapi masalah peradaran narkotika dan obat bius dari Meksiko kemudian Amerika Serikat berinisiatif untuk menjalankan kerjasama dengan pemerintah Meksiko, Vicente Fox.

Pada masa Carlos Calinas, secara eksternal bekerjasama dengan Amerika Serikat. Di Meksiko, Kelompok Kerja Pertahanan AS dan Meksiko selama setahun seluruh posisi penting lembaga ini jatuh ketangan militer (atau pensiunan jendeeral). Demikian juga dengan lembaga-lembaga lainnya yang dibantu pemerintah AS: The National Institute for the Fight Against Drugs; Federal Judicial Police dan Center for Drug Control Planning. Sementara unit-unit militer digunakan untuk memerangi perdagangan narkotika.

Kerjasama ini memiliki pola yang tidak berimbang karena di satu pihak Amerika Serikat memiliki sumber daya manusia dan peralatan yang besar, sedangkan pemerintah Meksiko memiliki sumber daya yang relatif terbatas. Kerjasama Amerika Serikat-Meksiko dimulai dengan Binational Drug Control Stategy, dimulai pada tahun 1998 – 2006.

Tujuan dari kerjasama ini adalah Menghentikan peningkatan dan mengurangi konsumsi obat terlarang, produksi, dan lalu lintas narkotika di kedua negara, dalam koordinasi, mengobati masalah efek samping yang dihasilkan oleh obat-obatan di alam kesehatan dan keselamatan di kedua masyarakat, menyetujui tindakan yang diperlukan untuk mengurangi produksi, perdagangan, distribusi, dan konsumsi. Namun, kerjasama Binational dirasa masih lemah, karena masih tingginya tingkat kejahatan terorganisir dari para kartel.

Langkah ini diwujudkan melalui pembentukan pasukan-pasukan pengaman. Tujuannya yaitu sebagai wujud aktif dan antisipatif agar penaganan dapat berjalan secara efektif dan cepat. Wujud kerjasama lainnya adalah pelatihan kedua negara. Dengan kerjasama ini nantinya akan mendukung kemampuan, skill dan koordinasi antara aparat Amerika Serikat dan Meksiko.

Adanya kerjasama Merida Innitiative efektivitas kerjasama terlihat jelas dan strategi yang dilakukan berhasil meningkatkan keamanan nasional yang menjadi tujuan utam kedua negara menjalin kerjasama. Tentu saja dalam kerjasama kedua negara pasti terdapat hambatan-hambatan dalam mengimplementasikan kerjasama.

Presiden Meksiko, Felipe Calderon, meluncurkan perang terhadap narkoba pada bulan Desember. Pada saat itu lima kartel paling penting Meksiko (Sinaloa / Pacifico Cartel, Juarez Cartel, Tijuana Cartel, Gulf Cartel, dan La Familia) secara efektif dikendalikan oleh petak besar wilayah Meksiko.
Dalam pandangan pemerintah Meksiko, kartel telah menjadi lebih dari masalah kejahatan, mereka telah menjadi ancaman bagi negara bagian Meksiko. Jelas bahwa pemerintah Meksiko percaya telah mencapai poin kembali. Entah mereka mengambil pada organisasi perdagangan narkotika atau mereka kehilangan kendali atas wilayah yang signifikan dalam banyak negara.
Hal ini sudah ditetapkan bahwa pasukan polisi menteri kota dan negara di negara-negara seperti Chihuahua, Sinaloa, Baja California, Tamaulipas, Sonora, dan Michoacan, untuk beberapa nama yang lebih penting, maksud dan tujuan wilayah sudah di bawah kendali organisasi perdagangan narkotika.
Upaya pemerintah dalam menangani perdagangan narkotika di Meksiko telah mengganggu dan merusak Meksiko. Dari segi masyarakat hingga pemerintahan terganggu. Pada masa Fox peredaran narkotika di Meksiko bermula dari bentuk perdagangan kecil, obat-obatan tersebut diperjualbelikan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup, namun begitu jualbeli obat-obatan tersebut terlaksana, maka beberapa dari masyarakat menjualbelikan obat-obat tersebut di luar dari Meksiko.

Selama 71 tahun masa jabatan Fox, permasalahan ini tidak berkurang, justru semakin bertambah dan organisasi mereka semakin meluas. Hingga saat Fox harus turun dan digantikan oleh Felipe Calderon permasalahan ini mulai terlihat penanganannya. Misi utama Presiden Calderon adalah memberantas aktivitas para Kartel dan menghapuskan korupsi di dalam pemerintahan Meksiko serta mengembalikan lagi keamanan Nasional di Meksiko, sehingga pada masa Calderon terbentuk dua upaya yang merupakan keputusan dari Calderon, yaitu berupa upaya internal dan upaya eksternal.­ Keputusan kedua adalah memulai upaya membentuk dan membangun kembali kekuatan kepolisian Federal Meksiko.



Calderon meyakini bahwa kekuatan terakhir bisa menjadi akhir dalam upaya melawan organisasi perdagangan narkotika dan reformasi polisi negara bagian dan lokal. Pemerintah Meksiko mengerahkan sekitar 45.000 tentara ke kota-kota yang paling warganya sangat dominan dalam perdagangan narkotika tersebut. Polisi Federal dilatih khusus dengan tujuan penangkapan kartel-kartel.
Melalui kebijakan internal, selain membuat undang-undang narkotikng ada di Meksiko maupun di luar Negara tersebut. Pemerintah Meksiko juga membentuk operasi besar-besaran, program pencegahan dan program pengobatan dan rehabilitasi, pemusnahan tanaman terlarang, penutupan dan penghancuran laboratorium pengolahan obat-obatan terlarang, penangkapan para kartel, penyitaan sarana dan pra-sarana pendukung aktivitas drugs trafficking, dan penawaran hadiah.
Pembersihan pejabat kota, penangkapan pejabat publik yang dituduh bekerja sama dengan organisasi perdagangan narkotika yang sebelum diikuti oleh bukti yang kuat. Sebagai contoh, pada bulan Mei 2009, pemerintah federal menangkap 10 walikota Meksiko dan 18 pejabat negara dan lokal lainnya di negara bagian Michoacán pun terindikasi adanya organisasi perdagangan narkoba.

.

Pada bulan Juni 2012 petugas polisi federal menembak dan membunuh tiga dari rekan-rekan mereka di bandara Internasional Mexico City. Polisi federal telah melakukan pembunuhan rekan mereka atas perintah organisasi perdagangan narkotika. Penyergapan dua petugas penegak hukum AS dan seorang rekan dari Angkatan Laut Meksiko pada akhir August 2012, dua belas petugas Polisi Federal Meksiko ditangkap dan didakwa dengan percobaan pembunuhan.
Pemerintah Meksiko telah banyak berinvestasi dalam pasukan keamanan dengan peningkatan keamanan setiap tahun sejak Presiden Calderon menjabat.  Pada 2007, Meksiko menghabiskan $2,5 miliar dan pada tahun 2008, negara ini menghabiskan hampir $4 miliar.
Dalam Presiden Calderon rancangan anggaran 2011 kepada Kongres Meksiko, ia meminta kenaikan 78 % untuk Sekretariat Pemerintah, adanya peningkatan 10% untuk Sekretariat Keamanan Publik. Pada tahun 2010, Pemerintah Meksiko didedikasikan $ 9.200.000.000 dari total pengeluaran pemerintah untuk keamanan.Pemerintah Meksiko telah digunakan baik polisi federal dan militer personil untuk memerangi organisasi perdagangan narkoba di negara itu sementara membangun kembali institusi penegak hukum sipil.
Kebijakan internal ini dinilai berhasil. Disamping telah dilakukan operasi besar-besaran atas penyitaan narkotika dan penangkapan kartel, program pencegahan dan program pengobatan serta rehabilitasi telah mampu melakukan beberapa pelatihan dan pengobatan bagi pengguna dan pecandu, upaya penutupan dan penghancuran laboratorium pengolahan obat-obatan terlarang yang semakin meningkat keberhasilannya, keberhasilan dalam penangkapan para kartel termasuk anggota dan pemimpinnya, penyitaan sarana dan pra-sarana pendukung aktivitas drugs trafficking, dan melalui penawaran hadiah, ada beberapa yang berhasil tertangkap dan tertutup.
Kerjasama antara pemerintah Amerika Serikat dan Meksiko diwujudkan dalam pengamanan wilayah perbatasan bersama. Pembentukan pasukan pengaman bertujuan sebagai bentuk aktif dan antisipasi agar penanganan dapat berjalan secara efektif dan cepat. Dengan adanya kerjasama Merida Initiative, efektivitas kerjasama terlihat jelas dan strategi yang dilakukan berhasil meningkatkan keamanan Nasional yang menjadi tujuan utama kedua negara menjalin kerjasama.
Awal kerjasama ini terjadi pada bulan Oktober 2007, Amerika Serikat dan Meksiko menandatangani kemitraan keamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya dikenal sebagai Mérida Initiative. Kerja sama bilateral yang kuat. Mengingat tantangan signifikan yang dihadapi kedua negara dari perdagangan narkoba Meksiko organisasi dan kekuatan AS - Meksiko, mendesak para pembuat kebijakan untuk tetap memprioritaskan upaya untuk mengatasi semua aspek perdagangan narkoba. Peningkatan eskalasi kekerasan di Meksiko.
Kekerasan terus meningkat secara dramatis di Meksiko. Data dari pemerintah Meksiko telah memperhitungkan jika keberadaan total kejadian kematian yang terjadi disepanjang tahun 2007 hingga 2010 mencapai angka 34.550 korban jiwa.

Terhitung sejak tahun 2007, sepuluh negara bagian di Meksiko telah mengalami adanya kematian akibat dari keberadaan aktivitas ilegal kartel obat bius dengan rata – rata kejadian diantara 250 hingga 2600 ditiap tahunnya.

Total kumulatif kematian yang terdapat di masing masing wilayah dapat mencapai angka 1000 korban jiwa dengan 84% mayoritas peristiwa kekerasan terjadi di empat negara bagian,Chihuahua, Sinaloa, Guerrero dan Baja California.

Kebijakan eksternal ini dinilai belum berhasil. Perang obat bius dengan kartel beserta dukungan dari pemerintah AS yang telah berjalan dari tahun 2008 hingga 2011 masih belum mendapatkan progres yang diharapkan. Justru sebaliknya, langkah kebijakan perang obat bius pemerintah Meksiko kini mulai mengalami kemunduran, karena proses fragmentasi kartel obat bius masih belum berlangsung efektif karena masih banyaknya kartel obat bius yang beroperasi di Meksiko dan AS.


Adanya kompleksitas perlawanan dalam strategi yang dilakukan oleh pemerintah Calderon baik internal maupun eksternal, sehingga menciptakan kesulitan bagi pemerintah Meksiko dalam menangani para kartel tersebut. Ketersediaan obat bius dalam pasar gelap AS.
Tidak hanya angka kekerasan yang dapat merepresentasikan proses pelaksanaan strategi perang obat bius di Meksiko. Permasalahan mengenai ketersediaan obat bius dalam pasar gelap AS juga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Fakta yang ada di lapangan terus menunjukkan jika ketersediaan obat bius di AS terus mengalami peningkatan. Keberadaan obat bius seperti heroin, ganja, MDMA, dan methamphetamine masih dapat ditemukan dalam beberapa pasar atau jalanan di AS.
Kesimpulan

Upaya pemerintah Meksiko menangani masalah Drugs Trafficking pada masa Felipe Calderon yaitu melakukan kerjasama dengan pemerintah Amerika Serikat dalam lintas batas negara dengan melakukan penjagaan ketat di posko antara perbatasan wilayah Meksiko – Amerika Serikat begitu juga sebaliknya.


Pemeriksaan ketat yang di lakukan pada barang - barang yang masuk melalui bea cukai, baik itu terhadap produk makanan, minuman maupun produk lainnya. Membangun lembaga khusus anti narkotika di setiap wilayah yang rawan akan penyelundupan narkotika, meningkatkan atau menambah fasilitas terhadap alat - alat pendeteksi narkotika dan obat – obatan terlarang.
Selain itu adanya kerjasama antara pemerintah Amerika Serikat dan Meksiko diwujudkan dalam pengamanan wilayah perbatasan bersama.Pembentukan pasukan pengaman bertujuan sebagai bentuk aktif dan antisipasi agar penanganan dapat berjalan secara efektif dan cepat.
Dengan adanya kerjasama Merida Initiative, efektivitas kerjasama terlihat jelas dan strategi yang dilakukan berhasil meningkatkan keamanan Nasional yang menjadi tujuan utama kedua Negara menjalin kerjasama.
Upaya dari Felipe Calderon adalah dengan membentuk dinas anti kejahatan yang baru bernama Ministerial Federal Police yang merupakan penggabungan antara Dinas Penyelidik Federal dengan Polisi Pencegahan Federal serta berada di bawah Kementerian Keamanan Nasional untuk mengatasi Drugs trafficking.
Daftar Pustaka

Referensi

Buku:
Buzan, Barry.2002. People, States, And Fear : An Agenda For International Security Studies In The Post-Cold War Era.Jakarta.CSIS.
Cha, Victor David, 2000, Globalization and the study of Onternational Security.
CSIS.2002.Analisis Isu – Isu Non Tradisional :Bentuk Baru Ancaman Keamanan.Jakarta.CSIS.
Dye, Thomas.2002.Understanding Public Policy, dalam kebijakan publik.Jakarta.Yayasan Pancur Siwah.

Gros, Albert C.1999.Americas Longest War Rethinking Ourtragic Crusade Againts Drugs.NY.


J.S, Beittel.2009.Mexico's Drug-Related Violence.Washington.Congressional Research Service.
May Rudy, T. 2002. Studi strategis: Dalam Transformasi Sistem Internasional Pasca Perang Dingin. Bandung. Refika Aditama.
Solichin, Abdul Wahab. 1991. Analisis Kebijaksanaan, Dari Formulasi ke Implementasi Kebijaksanaan Negara. Jakarta. Bumi Aksara
Scott, John. 2009. Rural Poverty Mapping in Mexico. International Maize and Wheat Improvement Center. 1999. Análisis del Programa de Educación, Salud y Alimentación (PROGRESA).
Seelke, Clare Ribando. For background on the Mérida Initiative and its successor Beyond Mérida, see CRS Report R41349, U.S.-MexicanSecurity Cooperation: The Mérida Initiative and Beyond , by and Kristin M. Finklea.
Wagley, John R. 2006. Transnational Organized Crime:Principal Threats and U.S. Responses (Congressional Research Service, The Library of Congress)

Internet :
Amerika Latin Bersimbah Darah Akibat “ Kutukan “ Narkoba, dalam: http://www.analisadaily.com/news/read/2012/04/16/45789/amerika_latin_bersimbah_darah_akibat_kutukan_narkoba/#.ULKuBO8vvEU, diakses 24 Nopember 2012
PenjagaPerbatasan AS DisuapOlehKartelNarkobaMeksiko, dalam: http://crimenail.wordpress.com/, diakses 25 Nopember 2012.
PerangObatMeksiko, dalam: http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://en.wikipedia.org/wiki/Mexican_Drug_War&ei=KK-yUMjFFYzqrQf3xICACw, diakses 25 November 2012.
6 Negara ProduksiNarkobaTerbesar di Dunia: dalam: http://veromons.blogspot.com/2012/02/6-negara-produksi-narkoba-terbesar-di.html, diakses 29 September 2012.
ObatPerdagangan, KekerasandanMasaDepanEkonomiMeksiko,dalam: http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://knowledge.wharton.upenn.edu/article.cfm%3Farticleid%3D2695, diakses 24 November 2012.
ObatPerdaganganIlegal di Amerika Latin, dalam: http://en.wikipedia.org/wiki/Illegal_drug_trade_in_Latin_America, diakses 24 November 2012.

TerlibatNarkobaPuluhanPolisiMeksikoDitangkap, dalam http://news.detik.com/read/2012/09/25/113215/2034678/934/terlibat-narkoba-puluhan-polisi-meksiko-ditangkap, diakses 29 Oktober 2012.
Estrategia Todos Somos Juárez, dalam: http://www.todossomosjuarez.gob.mx/estrategia/index.html, diakses 30 Desember 2013.

1 Mahasiswa Program S1 Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman. Email: lidya2018@gmail.com





Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©atelim.com 2016
rəhbərliyinə müraciət