Ana səhifə

Kebudayaan palembang masjid agung sultan mahmud badaruddin II


Yüklə 13.99 Kb.
tarix26.06.2016
ölçüsü13.99 Kb.
KEBUDAYAAN PALEMBANG
MASJID AGUNG SULTAN MAHMUD BADARUDDIN II



Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, terletak di pusat Kota Palembang, masjid ini merupakan masjid terbesar di Sumatera Selatan dengan kapasitas 15.000 jemaah.






BENTENG KUTO BESAK




Benteng Kuto Besak, terletak di tepian Sungai Musi dan berdekatan dengan Jembatan Ampera, Benteng ini merupakan salah satu bangunan peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam. Di bagian dalam benteng terdapat kantor kesehatan Kodam II Sriwijaya dan rumah sakit. Benteng ini merupakan satu-satunya benteng di Indonesia yang berdinding batu dan memenuhi syarat perbentengan / pertahanan yang dibangun atas biaya sendiri untuk keperluan pertahanan dari serangan musuh bangsa Eropa dan tidak diberi nama pahlawan Eropa


JEMBATAN AMPERA





Jembatan Ampera, sebuah jembatan megah sepanjang 1.177 meter yang melintas di atas Sungai Musi yang menghubungkan daerah Seberang Ulu dan Seberang Ilir ini merupakan ikon Kota Palembang. Jembatan ini dibangun pada tahun 1962 dan dibangun dengan menggunakan harta rampasan Jepang serta tenaga ahli dari Jepang.



RUMAH LIMAS



Rumah tradisional masyarakat Palembang disebut dengan ’rumah limas’. Denahnya memanjang dengan atap berbentuk perisai yang bagian depan dan belakannya dipangkas hingga membentuk trapesium. Variasinya pada bagian atas atap perisai diberi atap perisai lain yang sudut kemiringannya lebih tajam

KAIN JUMPUTAN PALEMBANG



Kain Jumputan Palembang merupakan salah satu kain khas dari Palembang, terbuat dari kain sutra yang dicelup dengan bahan pewarna sehingga menghasilkan kombinasi warna yang sangat cantik. Proses pencelupan dilakukan dengan tangan, sehingga warna tiap jumputan tidak akan pernah sama satu dengan yang lainnya

KAIN SONGKET PALEMBANG




Songket berasal dari kata tusuk dan cukit yang disingkat menjadi suk-kit. Lazimnya menjadi sungkit dan akhirnya lebih dikenal dengan kata songket. Sementara orang Palembang menyebutkan asal kata songket dari kata songko. Yakni orang yang menggunakan benang hiasan dari ikat kepala. Menurut adat Palembang, biasanya songket diberikan pengantin laki-laki kepada pengantin perempuan sebagai bentuk penghargaan dalam aspek sosial pada waktu itu. Sekarang, keberadaan songket tak lagi tergantung pada kedudukan atau tingkat sosial seseorang. Mereka yang mampu membeli songket diperbolehkan memakai motif menurut selera yang disukai. Songket juga dijadikan sebagai hadiah kepada orang yang dihormati.


KAIN TAJUNG PALEMBANG



Khususnya dipakai oleh kaum pria dewasa. Biasanya kain ini dipadankan dengan stelan jas atau pakaian teluk belango untuk memperindah tampilan keseluruhan. Kain ini dapat digunakan saat pesta adatdan acara resmi lainnya. Biasanya terbuat dari tenunan kain sutra dengan motif dan warna menarik.



KAIN BLONGSONG

Terbuat dari tenunan kain sutera maupun benang katun biasa, biasa digunakan oleh para wanita dewasa atau ibu-ibu muda. Kain ini biasanya dipakai untuk upacara adat Palembang seperti cukuran, tunangan namun dapat pula dipakai pada pesta perkawinan sebagai pakaian penerima tamu.



KAIN BATIK PALEMBANG

Batik Palembang menggunakan bahan sutra, organdi, jumputan, katun, dan blongsong. Adapun motif batik Palembang di antaranya Kembang Jepri, Lasem, Sisik Ikan, Gribik, Encim, Kembang Bakung, Kerak Mutung, Sembagi dan Salahi. Untuk pewarnaan menggunakan warna cerah khas Melayu, seperti merah, kuning dan hijau terang. Memang tidak mudah untuk menemukan pebatik khas Palembang yang mau menggunakan media canting atau menulis kain sehingga jadi batik saat ini. Pihak Kesultanan Palembang berupaya melestarikaan kekayaan seni dan budaya peninggalan nenek moyang mereka tersebut, tentunya dengan menggali dan mengumpulkan serta memproduksi kembali batik tulis. 



UKIRAN PALEMBANG




Ukiran khas Palembang biasanya dikerjakan pada kayu tembesu atau mahoni, yang merupakan kayu khas Sumatera Selatan.Ukiran bermotif bunga dengan warna dominasi merah dan kuning emas diterapkan pada dipan meja buffet, kursi dll


LAKUER (LAQUER)



Ini adalah kerajinan hias pada perangkat rumah tangga , seperti dinding pemisah (sketsel), lemari khas Palembang, kotak perhiasan, beragam wadah kayu, dll. Kekhasan terletak pada lukisan hiasan flora dari tinta cina berwarna merah kesuma, merah darah, hitam dan kuning emas (prada), serta dilapisi cairan serlak (vernis) agar tampak cemerlang dan tahan lama. Perajin Lakuer dapat di jumpai di Lorong Antik, Pasar Kuto.



Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©atelim.com 2016
rəhbərliyinə müraciət